Cari Blog Ini

Selasa, 10 April 2012

Raising of the Cross

Sumber: BBM

Rembrandt Harmenszoon van Rijn adalah pelukis kekristenan terbesar.
Dalam dirinya iman dan seni berpadu dengan amat selaras. Para pelukis
lain melukis cerita-cerita alkitab,tokoh alkitab dan para orang suci.
Tetapi Rembrandt membuat lukisan sebagai suatu pernyataan iman.
Rembrandt melakukan sesuatu yang tidak lazim dalam dunia lukis di
Eropa pada zaman itu yakni Ia menjadikan dirinya sebagai model
lukisannya sendiri . Dalam lukisannya ia melukis dan menunjukkan
manusia sebagaimana adanya : cacat, berdosa dan membutuhkan
penyelamatan. Salah satu lukisannya yang paling terkenal ialah "The
Raising of the Cross", dimana ia sendiri adalah orang didalam lukisan
itu yang menyalibkan Yesus. Dari lukisan itu nampak kesedihan di raut
wajahnya. Namun, kedua tangannya terlihat bersemangat memegang kayu
salib. Melalui lukisan ini, ia menyampaikan sebuah pesan yg paradoks.
Ia tidak suka Kristus disalibkan, tetapi dosanyalah yang membuat
Kristus harus tersalib di atas kayu salib. Semua orang termasuk
dirinya dan segala dosanya telah membuat Tuhan berdarah di kayu salib.
Rembrandt juga menunjukkan bahwa semua orang termasuk dirinya tak
luput dari kebutuhan akan keselamatan pribadi yang kekal dari
penyaliban Kristus. Karena tanpa darah-Nya tidak ada pengampunan dosa
(Ibrani 9:22).

Ketika kita memandang salib,apakah kita hanya melihat Kristus tersalib?
Apakah kita seperti Rembrandt,melihat diri kita pun hadir di situ dan
turut menyalibkan Dia?

"Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan
oleh karena kejahatan kita;...
Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil
jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan
kita sekalian...
Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka
mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian;...(Yesaya
53:5-7)

Setiap ingat pada salib
Dimana Tuhan telah mati
Hatikupun segra menangis
Hilang rasa tinggi diri
- Isaac Watts -1707

Tidak ada komentar:

Posting Komentar