Cari Blog Ini

Kamis, 22 Maret 2012

Susah Disuruh Makan

Sumber : BBM

Yohanes 6:48
I am the bread of live
Akulah roti kehidupan

Yesus itu roti kehidupan. Susah membayangkannya bahwa Yesus itu seperti sebuah roti ...

Roti itu makanan yang sifatnya mengenyangkan. Makanan memberi kita energi untuk beraktivitas.

Tuhan bicara pada saya tentang beragam cara makan anak-anak dan apa bedanya dengan cara makan orang dewasa.

Kita pasti pernah lihat anak kecil yang sedang diberi makan oleh orang tuanya. Ada yg 'anteng' alias tenang duduk di belakang meja, ada yang sukanya makan sambil nonton film kartun Tom and Jerry, ada juga yang makan disuapin sementara tangannya main PS. 

Lebih parah lagi ada yg malas makan, maunya main terus, mau suapin 1 sendok saja ibunya mesti lari marathon terlebih dahulu, akhirnya jelas, anaknya mkn cuma sedikit, sisanya mamanya yg makan karena jadi lapar habis lari marathon ...

Lama-lama mamanya malas, disuruhlah si mbok untuk memberi anaknya makan ... Ternyata susah juga ... Cara terakhir digunakan : memaksa anak makan dg pukulan terlebih dahulu ...

Ini cara makan anak kecil.

Kalau ada orang dewasa masih disuapi, makan sambil lari-lari, rasanya ada yang aneh dengan orang ini ...

Seperti anak kecil dengan makanannya, begitu juga kita dengan Tuhan Yesus. Yesus itu roti kehidupan, kita harus makan. Apa artinya?

Makan itu sebuah proses memasukkan makanan ke dalam tubuh. Makan roti berarti memasukkan roti itu ke dalam tubuh kita.

Bagaimana memasukkan hidup yg Yesus miliki masuk ke dalam hidup kita? Makan roti kehidupan.
Tidak mungkin 1 roti itu langsung kita masukkan ke dalam mulut kita lalu langsung kita telan tanpa dikunyah. Digigit rotinya sedikit demi sedikit, lalu dimakan sampai habis.

Tiap hari berdoa, baca Alkitab dan alami kebenaran-Nya, itulah cara makan makanan roti kehidupan.

Tapi bagaimana cara kita mkn? Sambil lari-lari? Kalau sampai Tuhan 'kesal' kita dipaksa makan setelah menerima pukulan. Apa pukulan itu? Kebangkrutan, sakit parah, dibuat jalan buntu, kena musibah dan sebagainya.

Sudah mentok, baru cari Tuhan.

Makanlah dengan tenang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar